🥌 Quotes Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi
Biarlahcinta di dada. Demikianlah hidup, biarlah seperti yang seharusnya." 44. "Hidup seperti air hujan. Ada kala kita berada di langit, dihempaskan ke bumi lalu mengalir di antara selokan. Syukuri saja apa yang terjadi." 45. "Jadilah seperti lilin, yang tidak pernah menyesal saat nyala api membakarmu. Jadilah seperti air yang mengalir sabar.23+ Quotes Film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi Gif. Diposting di drama, film indonesia, romance, sd, indonesiatag download seperti hujan yang jatuh ke bumi, film indonesia 2020, film indonesia terbaru. Aurora ribero, axel matthew thomas, jefri nichol and others. 99 Kata Kata Cinta Sejati Paling Romantis Dan Bermakna from Fearing rejection, a young man struggles to declare his feelings for his best friend, who soon falls for another man — until a fateful incident. David suryadi, dimitri hariastuti, lasja fauzia susatyo and others. Aida nurmala, aurora ribero, jefri nichol and others. Jika player tidak berjalan atau error, coba pilih server yang lain. Ada banyak genre film ganool yang disukai banyak penonton film yang ada saat ini seperti horror, action, animation, comedy, drama, dan juga comedy yang bisa anda tonton sesuka kamu bersama website bioskop recent search terms Nonton film seperti hujan yang jatuh ke bumi rebahin. Setiap film yang kami sajikan dilengkapi dengan fitur download dan tentunya. Aida nurmala, aurora ribero, axel matthew thomas and others.
Hujantak pernah paham, sesedih apa payung di musim kemarau. Cinta sesederhana hujan yang jatuh ke bumi, meski terhempas ia akan tetap jatuh. Perasaan laksana hujan, tak pernah datang dengan maksud yang jahat. Keadaan dan waktulah yang membuat kita membenci kedatangannya. Cintaku setabah hujan di malam hari.Apa yang biasanya kamu lakukan saat hujan? Mungkin kali ini kamu bisa merenung sambil membaca quotes tentang hujan berikut ini. Kumpulan Quotes tentang Hujan “Kamu bilang kamu suka hujan, tapi saat hujan kamu memakai payung. Kamu mengatakan kamu menyukai matahari tetapi tetap berada di tempat teduh saat matahari bersinar. Kamu bilang kamu suka angin, tapi menutup jendela saat angin bertiup. Itu sebabnya aku takut ketika kamu mengatakan kamu mencintaiku.” Bob Marley, penyanyi “Beberapa orang merasakan hujan. Yang lain hanya merasakan basah.” Bob Marley, penyanyi “Sinar matahari itu menyenangkan, hujan itu menyegarkan, angin itu menantang, salju itu menyenangkan; pada dasarnya tidak ada cuaca yang buruk, hanya jenis cuaca baik yang berbeda.” John Ruskin “Telah bersama kita hujan, mengguncang udara yang tenang.” Salvatore Quasidomo, penulis “Cepat adalah bulan. Dedaunan pepohonan menahan hujan.” Matsuo Basho, penyair Jepang “Bankir adalah orang yang meminjamkan payungnya saat matahari bersinar dan menginginkannya kembali saat hujan mulai turun.” Mark Twain, penulis “Jika kamu menginginkan pelangi, kamu juga harus tahan dengan hujan.” Dolly Parton, penyanyi “Saat hujan, lihatlah ke atas daripada ke bawah. Tanpa hujan, tidak akan ada pelangi.” Gilberth Keith Chesterton, penulis Inggris “Surga tahu bahwa kita seharusnya tidak pernah malu dengan air mata kita. Karena air mata itu adalah hujan di atas debu bumi yang membutakan, yang terletak di atas hati kita yang keras.” Charles Dickens dalam buku Great Expectation “Mendengarkan awan di atas hutan. Bagaimana kami bisa mencintainya Karena kami tahu, bagaimana menakjubkannya Dia jatuh seperti hujan Yang terbangun di atas panen yang diimpikan.” Rainer Maria Rilke, penyair dan penulis lagu dari Austria “Aku ingin melupakan hujan.” Tere Liye dalam bukunya yang berjudul Hujan Sinopsis Buku Hujan Karya Tere Liye Tere Liye adalah seorang penulis yang karyanya banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Salah satu novelnya yang bertajuk Hujan juga menjadi best seller, yang tak kalah dari karyanya yang lain. Untuk kamu yang menyukai genre science fiction, jangan ketinggalan untuk membaca novel yang satu ini. Cerita dengan latar belakang tahun 2042 hingga 2050 ini mengisahkan tentang persahabatan antara Lail dan Esok. Keduanya dipertemukan di sebuah wilayah pengungsian karena bencana gunung meletus yang terjadi di daerah mereka. Akibat bencana tersebut, kedua orang tua Lail tewas meninggalkan bocah perempuan berusia 13 tahun itu sebatang kara. Sementara Esok, si bocah laki-laki yang berumur 15 tahun harus menerima pahitnya kenyataan karena kedua kaki ibunya harus diamputasi. Kedekatan Lail dan Esok membuat mereka menjadi sepasang sahabat yang tidak terpisahkan, sampai pemerintah menutup wilayah pengungsian. Keduanya memiliki nasib yang berbeda. Esok diangkat anak oleh sebuah keluarga, sementara Lail harus menerima kenyataan hidup di Panti Sosial. Walau begitu, mereka berdua masih menyempatkan sebulan sekali untuk bertemu. Pertemuan rutin itu adalah momen yang selalu ditunggu oleh Lail. Di panti sosial, Lail menemukan sahabat baru bersama Maryam, yang mempunyai minat yang sama. Ketika Esok meneruskan pendidikan di bangku kuliah di ibu kota, Lail dan Maryam mendaftarkan diri menjadi anggota relawan organisasi kemanusiaan. Lail dan Maryam kemudian menjadi pahlawan karena telah menyelamatkan penduduk kota dari bencana bendungan retak. Namun dengan bertambahnya kesibukan, menyebabkan frekuensi pertemuan mereka semakin jarang. Esok ternyata tengah sibuk mengerjakan proyek kapal ruang angkasa untuk menyelamatkan bangsa bumi pindah ke planet lain akibat bencana gempa hebat yang sering terjadi. Namun tidak semua penduduk bumi dipilih ke dalam pesawat, melainkan dipilih secara acak. Apakah Lail termasuk ke dalam salah satu penumpang pesawat? Bagaimana nasib persahabatan mereka? Jika kamu ingin membaca novel Hujan karya dari Tere Liye, segera dapatkan di atau kamu bisa membelinya langsung sambil melihat buku Tere Liye lainnya di toko buku Gramedia terdekat di kotamu. Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya. promo diskon Berikutbeberapa quotes tentang hujan yang mampu menyentuh hati. 15. "Sama seperti hujan, rindu juga tak berani datang sendirian." - Robi Aulia Abdi 16. "Biarkan hujan menciummu. Biarkan hujan menerpa kepalamu dengan tetesan cairan perak. Biarkan hujan menyanyikan lagu pengantar tidur untukmu." - Langston hughes 17. - Hujan merupakan fenomena alam yang diberikan Tuhan sebagai karunia. Adanya hujan membuat setiap makhluk hidup tak kekurangan air. Karena itulah hujan merupakan salah satu sumber kehidupan yang patut disyukuri. Namun bagi sebagian orang, hujan juga dimaknai sebagai bentuk dari perasaan. Setiap tetes hujan dikatakan mampu membawa kenangan. Dengan rangkaian kalimat yang indah, hujan pun berubah menjadi salah satu ungkapan untuk menunjukkan sisi romantis, mengungkapkan rasa rindu, hingga dijadikan nasihat bijak. Kata-kata tentang hujan ini juga sering dijadikan caption Instagram atau media sosial lainnya. Nah, berikut rangkum dari berbagai sumber, Jumat 22/10, inilah kata-kata mutiara tentang hujan yang puitis dan penuh makna. Kata-kata mutiara tentang hujan romantis. foto Instagram/ruang_sajak99 1. "Hujan punya alasan kenapa ia jatuh, tapi aku tidak punya alasan mengapa hatiku jatuh kepada kamu." 2. "Hujannya di beri formalin kali ya, awet banget seperti cinta aku ke kamu yang selalu awet tak pernah berhenti untuk mencintaimu." 3. "Derasnya rintik hujan dan gemuruh petir tak ku pedulikan ketika kau tahu bahwa aku mencintaimu." 4. "Kamu bagaikan hujan dan aku hanyalah rintik bumi yang gersang, yang kalau turun turun kamu sirami aku dengan rintik kabahagiaan." 5. "Kamu pernah lihat hujan? coba dech kamu hitung berapa jumlah air hujan yang turun, maka sebanyak itulah sayang dan cintaku kepadamu." 6. "Ketika kau mencintainya dan kau hanya dapat hujan, maka cintailah aku sebagai pelangimu." 7. "Aku sudah bosan mulai bosan menjadi penikmat hujanmu, bisakah kali ini kau tuntun aku menuju altar pelangi pelangi bahagiamu." 8. "Air hujan yang turun bisa hilang oleh waktu, namun cintaku kepadamu tidak akan pernah habis oleh waktu.” 9. "Aku ingin kau tahu, bahwa diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama dalam beribu-ribu rintik hujan, dan aku berharap bahwa masa depanku ini ingin selalu bersamamu." 10. "Cinta yang tulus bagaikan rintikan hujan, selalu menenangkan dari gelisah, selalu menyenangkan dari resah." 11. "Derasnya hujan yang setiap hari turun dari langit dengan memberikan sejuta manfaat bagi manusia, namun derasnya hujan sama halnya sama dengan cintamu kepadaku yang selalu memberikan berbagai macam cerita dalam hidupku." 12. "Hujan selalu kembali walau di telah jatuh berkali-kali, seolah tidak peduli berapa banyak sakit yang dia rasakan." 13. "Kamu tahu hal yang paling romantis dari hujan? Dia selalu mau kembali meski tahu rasanya jatuh berkali-kali." 14. "Kedatangan hujan benar-benar menyejukkan hati, begitu juga padamu. Tapi ketika hujan pergi pamit, aku takut apakah kamu juga akan begitu?" 15. "Saat rintik hujan turun membasahi bumi jangan sampai tetesan air matamu juga membasahi pipi, kamu harus tahu, bahwa air matamu jauh lebih berharga." 16. "Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu. Aku ingin orang itu selamanya." 17. "Senang bisa mencintaimu seperti ini, yang sewajarnya pelangi di antara rintik hujan yang menari-nari." 18. "Kamu seperti hujan. Jatuh pada hati yang tepat, namun diwaktu yang salah." 19. "Kamu itu sedingin hujan, secuek manusia, dan setabah bumi. Tapi dibalik itu, kamu adalah orang yang tetap ada, menemani aku sampai saat ini." 20. "Jatuh cinta padamu itu mudah, aku hanya perlu melewati hujan dan menjadi teduh untukmu." 21. "Setelah hujan yang kita lalui, kisah kita telah terpatri menjadi cerita indah dan semoga abadi." 22. "Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih." Kata-kata mutiara tentang hujan tentang rindu. foto Instagram/katakata__remaja 23. "Heningnya malam ditemani suara hujan, mengingatkan semua kenangan saat itu. Saat kita berjalan dibawah rintik air hujan, dinginnya udara merasuk dalam tubuh dan hilang ketika kau genggam erat tanganku." 24. "Tak jelas apa yang kurasa di tahun ini. Kesenangan yang cukup semu, kebahagiaan yang tak menentu. Rintik lebih banyak terasa, rindu lebih banyak tiba." 25. "Kenangan terindah kita adalah kau dan aku bersama disaat hujan." 26. "Pada rintikan melodi sang hujan yang menjadi penenag diri, teman dalam sunyi dan obat kala merindu, kutitip cerita hari ini untuk kenangan yang tak ada habisnya." 27. "Melihat langit selepas hujan, hawa segar yang kurasakan. Seketika hati menjadi cerah, terlintas kenangan-kenangan yang indah. Terbesit senyum menawanmu, melintas dipelupuk mataku. Seketika bibir ini ikut tersenyum, mengingatmu sebagai orang yang kukagumi." 28. "Ketika aku berusaha untuk tak lagi membahasmu, hujan dengan mudahnya menjatuhkan semua kenangan tentangmu." 29. "Banyak sekali pesan yang tak tersampaikan. Janji yang terhiraukan, kenangan yang terlupakan, dan rindu yang terhapuskan oleh derasnya guyuran hujan." 30. "Bukan hanya hujan, engkau juga dijatuhkan Tuhan ke dalam ingatan yang amat deras oleh kenangan." 31. "Hitunglah ada berapa banyak rintik hujan yang jatuh, maka sebanyak itulah rinduku yang sampai kepada dirimu." 32. "Aku merindukanmu seperti bumi memandang awan, dengan kata paling rahasia ia mendoakanmu menjadi hujan." 33. "Aku titipkan rindu ini pada langit untuk disampaikan kepada mu lewat hujan." 34. "Hujan dan kamu adalah rindu. Kita kan menikmatinya dalam senja-senja beranjak pulang. Dalam rasa sayang yang tak akan pernah hilang. Bahkan saat hujan telah berhenti." 35. "Kepada hujan yang menjamah bumi, dinginmu tak kunjung usai, meski kau telah berlalu. Seperti rinduku, pada seseorang, yang hanya diam. Dari aku, yang belum lelah merindu." 36. "Sebab langit-Nya adalah candu. Terang membawa riang, dan hujan membawa rindu yang tak berkesudahan." 37. "Aku menyampaikan rindu lewat hujan, dan dia mewakili perasaan lewat tetesan." 38. "Sederas apapun ia turun, semenakutkan apapun ia turun, sesakit apapun ia turun, hujan tetaplah air yang akan selalau menghadirkan suatu kenangan dan kelembutan." 39. "Seperti hujan, kamu. Rindu adalah gerimis yang melebat. Mengalitkan kamu ke dalam anganku. Selalu, dan tiba-tiba." Kata-kata mutiara tentang hujan bijak dan bermakna. foto Instagram/goresanpenadakwah 40. "Setelah hujan, matahari akan muncul kembali. Begitu juga dengan kehidupan, setelah rasa sakit, bahagia akan datang." 41. "Apa yang lebih buruk dari hujan di senin pagi? Kenyataan bahwa kau masih betah hidup dimasa lalu yang kelam." 42. "Hujan di pagi hari, itu juga Anugerah-Nya, tak perlu menggerutu dalam hati, sudah cukup saja disyukuri, semoga hujan membawa berkah pagi ini." 43. "Jika engkau menginginkan pelangi, engkau harus menerima hujan." 44. "Jika mendung pagi ini berakhir dengan hujan, itulah takdir Tuhan. Tapi jika mendung di pikiran mengeliminasi kebahagian, itulah kerugian." 45. "Jika rintik hujan tak mampu menghapus sedihku, maka aku berharap matahari datang esok hari membawa mimpi baru." 46. "Ketenangan bukanlah berdiri di bawah payung ketika hujan, tetapi ketika mampu menari dibawah hujan." 47. "Ketika hujan turun, tidak hanya membawa sejuta kenangan indah bersamamu, namun juga membawa sejuta keberkahan untuk bumi ini." 48. "Pagi, hujan, dan segelas kopi. Kamu punya samudera untuk bahagia, kenapa memilih berenang di kolam kesedihan?" 49. "Pelangi yang muncul setelah hujan menjadi janji alam jika masa buruk telah berlalu, dan masa depan akan baik-baik saja." 50. "Pernahkah kau bayangkan, setegar apa embun yang dibasuh hujan di suatu pagi." 51. "Saat hujan turun di pagi hari, aku enggan untuk mengeluh, karena yang aku lihat, Pagi tidak pernah berubah, pagi adalah waktu untuk melangkah Selamat pagi sahabat, selamat beraktifitas." 52. "Semua orang ingin bahagia, tak ada yang ingin bersedih, namun kamu tak akan bisa melihat pelangi tanpa ada hujan." 53. "Semua pasti akan menjadi lebih baik, sekarang mungkin Anda menghadapi badai tapi ingat hujan pasti akan berhenti." Kata-kata mutiara tentang hujan yang bikin galau foto Instagram/ 54. "Kamu benar, hujan kali ini nampak berbeda. Dingin rasanya saat hujan membasuh tangan yang lama tak berjumpa denganmu." 55. "Hujan yang jatuh malam ini terasa lebih dalam, mengetuk hati yang mencoba melupakan. Membiarkan raga dan pikiran tuk menyelam, lalu apakah kamu akan datang?" 56. "Nyatanya pergi darimu bukan keahlianku. Hujan dan waktu membawaku lagi ke jalan pulang padamu." 57. "Hujan turun diwaktu yang tepat, ia mampu merobek kembali setiap jahitan luka yang tadinya terlihat kokoh membendung setiap pedih yang dulu sempat menjadi sumber derita." 58. "Hujan kembali hadir menemani bayangmu yang enggan menyingkir. Maaf aku kembali merindu, bisakah setelah ini kita bertemu?" 59. "Semoga hujan kali ini bisa mengobati rindu dan membasuh lara atas peninggalan masa lalu." 60. "Terimakasih telah kembali berteduh. Meski kau tahu, aku tak pantas menjadi tempat kau berlabuh." 61. "Air mata kadang menjadi hujan-hujan yang kusembunyikan." 62. "Banyak kenangan yang jatuh dar langit mengenai mereka yang menilik. Ada yang gagal untuk kembali tegar, meski hati sudah mengikhlaskan." 63. "Bukankah kamu tahu bahwa aku selalu saja jatuh hati padamu. Lalu kenapa kamu selalu angkuh seperti payung yang menghalangi hujan kepada bumi?" 64. "Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh didadaku. Ia memaksaku untuk menjadi sendiri." 65. "Perkara hujan yang tak kunjung datang tak usah dipertanyakan. Pertanyakanlah dirimu yang selalu datang tapi tak kunjung menyatakan perasaan." 66. "Jenuh, ucap hati yang sedang kelabu. Tak lama awan gelap menutupi langit. Ditinggalkannya rintikan hujan yang sedang menggebu, serta kenangan yang mencoba menetap diantara pilu." 67. "Aku menginginkanmu, tarik tanganku dan bawa aku berteduh bersamamu, menepi dari hujan yang membasahi pipiku." 68. "Ketika aku ingin melangkah dekat ke arahmu, hujan selalu saja menghapus jejakmu. Apakah ini waktu yang tepat bagiku untuk tak lagi mengejarmu?" 69. "Tetes hujan semakin riuh seiring dengan rasaku yang mulai runtuh. Mulai saat ini, jangan lagi merayu atau memintaku menunggu. Kita akan baik walau tak lagi bersatu." 70. "Setelah malam demi malam kucoba untuk tak jatuh hati padamu, dengan mudahnya kau datang dengan hujan yang sama seperti dulu." 71. "Aku berharap bisa seperti hujan yang punya satu tujuan untuk jatuh ke bumi meski proses yang dilaluinya berat." 72. "Mungkin aku salah telah melewatkanmu kala hujan. Masihkah ada ruang untukku menjadi teduhmu?" 73. "Berat rasanya ketika jauh darimu sendiri melewati hujan yang tak lagi ramah seperti dulu." 74. "Pada bait ini, bayangmu kembali mengisi. Hujan datang dengan deras tanpa permisi, membawaku kembali tuk sendiri." 75. "Hari ini, hujan semakin deras di balik jendela. Dan tangis yang terisak semakin tak terbendung. Apakah kita sudah sampai pada tujuan?" 76. "Ketika rintik hujan bicara, tunjukkan arah titik bertemu. Maukah kau temui aku disana, lupakan dunia seperti dulu?" 77. "Kukira kau rumah, nyatanya kau hanya payung yang berbeda." 78. "Lalu siapa kamu? Seseorang yang mencoba menjadi payung saat air mata ini jatuh. Seseorang yang mencoba menjadi payung saat air mata ini jatuh. Seseorang yang mencoba membasuh hati ini saat mulai luruh." 79. "Aku seperti hujan, mudah untuk jatuh tapi butuh waktu lama untuk kembali menjadi awan." 80. "Kau bisa menghapus namanya dalam kehidupanmu, tapi percayalah bahwa kenangan adalah jejak yang tak bisa kau paksa untuk dihilangkan. Indahnya pelangi sekalipun tetap yang kau rindukan adalah hujan." 81. "Dengan bodohnya aku sengaja menari dibawah hujan. Namun kamu malah terdiam ditempat teduh dengannya." 82. "Kadang aku iri dengan mereka yang kau sebut dalam kisah-kisahmu. Tapi sadarkah kau? Aku selalu jadi tempat berteduh saat kau dilanda hujan yang mereka buat." 83. "Kita berada dipijakan yang sama, meski hati tak lagi sama. Aku siap menjadi teduhmu kembali, meski kadang aku yang harus jatuh berkali-kali." 84. "Hujan malam ini terasa berbeda, tak seperti biasanya yang mengingatkanku tentang kita. Ditengah kehampaan ini dirimu hadir dan membuatku bertanya 'kaukah itu?'" 85. "Kukira kau rumah, nyatanya hujan lebih sering jatuh diantara pipi ini karenamu." 86. "Hujan masih turun dengan segudang cerita yang dibawa. Berat rasanya ketika cerita ini harus disimpan sendiri tanpa namamu didalamnya." 87. "Jejak-jejak hujan berserak diantara jalan ketika pulang. Ditinggalnya cerita lama yang mulai menyapa." 88. "Dan kenyataan masih saja menyakitkan, meski terasa lega. Lagi-lagi hujan jatuh dengan segala kecewa yang mencoba untuk berbicara." 89. "Bukan soal yang jatuh, hanya saja hati terasa berat ketika kau jatuh pada dia yang kau sebut dalam ceritamu kali ini." 90. "Hujan datang memberi isyarat bahwa rindu bukan hanya sekedar menunggu, tapi menjaga hati meski rapuh." 91. "Dengan harapan agar temu kembali bertuan, karena rindu datang bagaikan air hujan." 92. "Kamu seperti air hujan yang coba kutangkap malam tadi. Semakin keras kupegang, semakin lihai kau pergi melewati celah gelapnya malam." 93. "Katakan padanya, aku menyukai momen saat memeluknya dibawah hujan, berdua di atas motor. Tak ada suara, hanya saling tatap dari kaca spion. Sederhana, namun aku merindukannya." 94. "Kepada hujan, kutitipkan rindu untuk rasa yang pernah tumbuh dan kenangan yang tak hangus dimakan waktu." 95. "Akhir-akhir ini dunia masih saja kelabu, apakah kamu masih haru setelah dia dengan yang baru?" 96. "Tetesan hujan membuatku mengingat kembali masa itu. Masa disaat kamu adalah prioritasku, namun sekarang aku pun tak tau bagaimana keadaanmu." 97. "Sayangnya aku terlanjur terluka, seperti angin yang berdampingan dengan hujan, namun hanya dianggap sebagai badai." 98. "Kamu benar, nyatanya aku belum siap untuk semua perpisahan ini. Denganmu, hujan, dan semua hal yang ada di cerita ini." 99. "Dan hujan lagi-lagi jadi teman yang setia kala kamu jauh disana." 100. "Saat hujan datang, seseorang kembali merasakan sakit, seseorang menjadi tenang, seseorang mendapat kenangan, seseorang menyapa rindu, seseorang lainnya bahkan tak peduli." 101. "Lelah diri ini menunggumu dengan segudang cerita yang ingin kusampaikan. Pada hujan mulai jatuh kembali, apakah ini tanda untukku jatuh lagi?" brl/guf Recommended By Editor 40 Kata-kata sedih dari drama Korea, menyentuh hati 40 Kata-kata mutiara penyejuk hati, anti galau dan inspiratif 40 Kata-kata romantis dari film Indonesia terbaik, bikin baper 40 Kata-kata bijak Islami tentang anak, edukatif dan bermakna 40 Kata-kata pepatah Jawa beserta artinya, penuh makna Hujanmemilih untuk membasahi bumi karena dia tahu bahwa ada saatnya untuk kembali menjadi awan. Kadang tanpa mendung pun hujan datang. Mungkin ia tak tahan menahan rindunya terhadap bumi. Aku rindu akan hujan karena mengingatkanku pada kenangan saat masa kecil. Hidup kadang seperti hujan. Jika tak suka maka berteduh lah. Kutipan Menarik dari Buku Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi Buku “Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi” karangan Boy Candra ini saya beli beberapa hari yang lalu. Kalau ada yang bilang jangan menilai sebuah buku hanya dari sampulnya saja, mungkin saya adalah bagian dari sebuah anomali. Nyatanya, keputusan saya untuk membeli novel ini sebagian besar ditentukan oleh apa yang ditampilkan pada bagian sampulnya. Saya tertarik membeli sebab sampul bukunya yang sederhana dengan ilustrasi dua orang yang berada di bawah hujan ditambah beberapa kalimat narasi di sampul belakang buku. Ini pertama kalinya saya membaca karya dari Boy Candra. Sebuah novel yang cukup renyah untuk dicerna. Hanya perlu waktu setengah hari untuk menyelesaikan buku setebal 284 halaman ini. Berlatar belakang dunia perkuliahan, tokoh Kevin, Nara, Juned, dan Tiara dipertemukan. Kevin dan Nara sudah bersahabat sejak kecil. Diam-diam ia memendam perasaan pada Nara. Nara yang tidak tahu bahwa Kevin punya perasaan lebih padanya, pernah meminta Kevin untuk menjadi sahabat selamanya. Tidak kurang tidak lebih. Hal itu membuat Kevin tersiksa sendiri. Tiara, teman sekomunitas yang ternyata jatuh hati pada Kevin. Meski Tiara berkali-kali menunjukkan perasaannya pada Kevin, Kevin tak bergeming. Perasaan Kevin terlalu kuat untuk Nara. Sementara Nara yang patah hati berkali-kali akhirnya bertemu Juned yang sebelumnya juga terluka karena dikhianati pacar dan sahabatnya sendiri. Merasa cocok, akhirnya mereka mengikrarkan diri menjadi sepasang kekasih. Kevin? Patah hati berkali-kali pada orang yang sama. Kalau disimak dari sudut cerita, kisah tokoh-tokoh dalam novel ini tidak terlalu rumit. Sebuah kisah percintaan yang bisa terjadi pada manusia biasa dalam kehidupan sehari-hari. Sejujurnya bagi saya pribadi, dinamika yang disajikan tidaklah terlalu menantang. Tapi ada beberapa hal menarik yang saya suka dan layak dinikmati dari novel ini. Tentu ini menjadi poin plus tersendiri. Beberapa hal menarik itu akan saya bagikan kepada kalian, para pembaca sekalian. Selamat menikmati kutipan-kutipan awesome dari novel karya Boy Candra berikut. “Hidup tidak seharusnya disesali hanya karena kita patah hati. Tidak seharusnya menghentikan langkah meski kita pernah kalah. Walau pelan-pelan, kita tetap harus berjalan.” –hal. 16 “Keluarga adalah bagian penting dalam perjalanan hidup manusia. Keluarga adalah tempat pulang dari segala tualang. Tempat kembali saat senang dan sedih hati. Tempat di mana hidup selalu menemukan arti saat dunia membuat bingung apa yang sedang kita cari.” –hal. 16 “Salah satu hal yang paling melelahkan di dunia ini saat kita ingin melepaskan sesuatu, namun ia tetap saja mengejar kita.” –hal. 18 “Karena, hal yang paling sulit dari memendam perasaan pada sahabat sendiri adalah saat dia bercerita tentang orang yang ia cintai, dan kita harus menyediakan wajah bahwa kita menyukai ceritanya.” –hal. 27 “Meski kita sahabat, bukan berarti kita harus terlibat semua sisi hidup sahabat kita. Ada bagian-bagian yang harus kita hormati. Perkara apa yang dia pilih dan jalani misalnya.” –hal. 40 “Namun berbeda jika menanam harapan, bisa jadi yang tumbuh adalah kebahagiaan, atau malah kesedihan. Sebab harapan bukanlah bibit berbentuk pasti. Harapan yang ditanam akan tumbuh tergantung bagaimana perawatannya.” –hal. 61 “Satu hal yang paling berbahaya bagi persahabatan, ketika kita meminta lebih dari sahabat; ketika kita mulai memainkan hati.” –hal. 104 “Saat hatimu perih, kamu memang tidak butuh tempat tujuan. Kamu hanya butuh mengalir seperti air, berputar seperti roda, meski tidak tahu ingin ke mana.” –hal. 138 “Andai kamu paham bagaimana rasanya mencintai seseorang yang terus memintamu mencintai orang lain.” –hal. 152 “Saat kamu tidak pernah berani memutuskan memilih sesuatu, kamu yang akan diputusasakan oleh waktu.” –hal. 163 “Pada saatnya, kesepian selalu digantikan dengan kesiapan.” –hal. 193 “Seperti hidup yang selalu tidak pernah ditebak. Ada yang datang dan ada yang pergi tiba-tiba. Bahkan tidak jarang yang pergi tanpa permisi. Namun, setiap kedatangan selalu meninggalkan sesuatu. Orang-orang menyebutnya kenangan.” –hal. 256 “Orang yang jatuh cinta dengan buta, sering membutakan logikanya sendiri. Mencari pembenaran dari perasaan sayangnya kepada seseorang.” –hal. 268 “Ternyata menyatakan perasaan itu hanya soal melawan rasa takut.” –hal. 272 Diantara kutipan tersebut, mana kutipan favoritmu? Atau sudah baca buku yang sama? Yuk berbagi hal menarik yang kamu temukan di sana. - Tulisan ini merupakan bagian dari sabtulis. Apa itu sabtulis? Sabtulis adalah gerakan menulis di hari Sabtu bagi sobat yang ingin menjadikan malam minggunya lebih produktif, melatih kemampuan menyampaikan gagasan atau mengekspresikan diri melalui tulisan, serta membentuk kebiasaan baik dalam menulis. Mari ikutan!
52 "Diriku merindukanmu seperti bumi memandang awan. Selalu ada kata rahasia yang mendoakanmu agar terjadi hujan." 53. "Hujan mengantarkanku pada kesakitan dan hujan pula yang menemaniku dalam kesendirian." 54. "Tanpa hujan tidak ada yang tumbuh, Belajarlah untuk menghadapi badai dalam hidupmu." 55. "Langit dan awan adalah candu.QuoteGambar Dokpri Welcome To My Thread Okay, lanjut review buku ke dua karya Boy Chndra. Kali ini merupakan novel cinta dengan alur cerita yang Buku Judul Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi Penulis Boy Chandra Penyunting Dian Nitami Proofreader Agus Wahadyo Desain Cover Boed Ilustrasi Cover wk1003mike Ilustrasi Isi Shutterstock Penata Letak Di2t Penerbit mediakita Tebal 279 halaman ISBN 978-979-794-528-2QuoteSinopsis Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab, kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing yang mendekatimu. Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sediakala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu. Novel ini bercerita tentang laki-laki bernama Juned yang patah hati oleh kenyataan, bahwa, kekasihnya yang bernama, Elya Rahma, yang sangat ia cintai, hamil dengan laki-laki lain. Parahnya lagi, laki-laki itu tidak lain adalah sahabat Juned sendiri. Kenyataan pahit itu membuat Juned berkelana dan menjadi penakluk tebing. Ia berusaha mengobati lukanya dengan menikmati hobi yang terbilang extrim tersebut. Selain Juned, ada Kevin yang juga bersusah payah menyembunyikan perasaan cintanya pada gadis ceria nan manja bernama Nara Senja. Nara dan Kevin merupakan sahabat sedari kecil. Hal itu membuat Kevin tidak bisa mengungkapkan perasaan cintanya. Terlebih, Nara juga memiliki kekasih. Novel ini menceritakan kisah cinta yang terbilang rumit, tetapi memang banyak terjadi di dunia nyata. Gansist tentu pernah mengalami hal semacam ini, jatuh cinta pada seseorang yang mencintai orang lain. Menyakitkan! Hal itu sama sekali tidak enak, bukan? Tetapi, sebagaimana yang dikatakan oleh Boy Chandra, Cinta sesederhana hujan yang jatuh ke bumi, meski terhempas ia akan tetap jatuh. Kevin mencintai Nara, Nara mencintai orang lain, orang lain itu malah sibuk memikirkan cinta lamanya. Sementara gadis bernama Tiara tidak lelah mengejar Kevin. Membaca novel, Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi, membuat gansist menebak-nebak endingnya. Akan berakhir bagaimana? Siapa akan menjadi pasangan siapa? Ya, begitulah adanya ketika ane membaca novel karya Boy Chandra ini. Dalam usaha melupakan Elya, Juned akhirnya bertemu dengan Nara. Pertemuan yang dianggap oleh Juned bukanlah sebuah kebetulan semata. Pertemuan yang membuat Kevin semakin dilanda rasa kesal dan Dokpri Quote di atas sesuai dengan yang dilakukan oleh Kevin. Ia tidak berani memutuskan untuk mengatakan perasaannya pada Nara, sehingga waktu mematahkan hatinya dengan menghadirkan Juned ke dalam hidup gadis yang ia cintai itu. Mau tidak mau, Kevin menerimanya. Karena, kenyataan tidak dapat dihindari. Ia pun mencoba buka hati pada Tiara yang tak juga lelah mengejarnya. Akan tetapi, sekeras apa pun ia coba menyukai Tiara, hati Kevin selalu tertuju pada sahabatnya, Nara! Dari bab ke bab, ceritanya semakin bikin pembaca penasaran. Bahkan terbawa emosi. Penulis sangat pandai memainkan peran. Sehingga sulit untuk menebak akhir dari kisah cinta Juned, Nara, Kevin, dan Tiara. Selain kisah cinta yang rumit, novel ini tentu memiliki pesan moral, di mana, seorang anak yang mencintai keluarga, dan perasaan cinta yang tak bisa dipaksa, juga kehilangan yang selalu menghadirkan pengganti di waktu tak terduga. Ada banyak quote menarik dalam novel ini. Buat gansist yang penasaran, kuy, segera miliki bukunya. Dijamin bagus, deh, isinya. Okay, sekian review buku dari ane. Sampai jumpa di thread selanjutnya. Jangan bosan mampir dan komen-komen, ya. 감사합니다 Penulis darmawati040 Referensi Opini Pribadi/berdasarkan bacaan BonjourBabys! Hayo siapa disini yang favorit genre bukunya romance? Kalau begitu pas banget nih Babys! Karena kali ini aku bawa novel dari salah satu penulis terkenal Indonesia, Boy Candra, yang menurut aku udah identik banget sama buu dan quotes-quotes perihal percintaan. Bukunya yang berjudul Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi ini terbit pada tahun
NovelSeperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi merupakan sebuah karya besar dari Boy Candra. Penulis novel Asal Sumatera Barat ini makin dikenal karena novel-novelny